Cara Membedakan Batik Tulis, Cap & Print Ketika
Membeli
1. Perbedaan Harga
Batik tulis itu yang paling mahal, yang kedua termahal adalah batik cap,
yang terakhir adalah batik printing & cetak.Jadi sangat bijaksana apabila
pertama kali anda melihat batik yang anda suka, anda sudah bisa mengkategorikan
batik tersebut termasuk batik apa, hanya dari harganya.
Batik di
toko.


Batik tulis
itu pada umumnya berharga diatas 250.000 IDR keatas. Batik tulispun ada yang
murah ada yang mahal. Jangan dikira mentang-mentang batik tulis semuanya mahal
Batik tulis yang murah, biasanya harganya mulai dari 250.000 IDR. Motifnya
tidak rapat-rapat, tapi jarang-jarang. Beberapa daerah yang menjual batik tulis
dengan harga murah (dan kualitas bagus) adalah Lasem dan Cirebon. Walaupun
daerah ini tentunya juga punya batik tulis yang mahal, hingga puluhan juta.
Sedangkan batik tulis Solo dan Pekalongan pada umumnya mahal, pasti diatas
500.000 IDR. Pada umumnya batik tulis yang tergolong kelas atas dibanderol
dengan harga diatas 500.000 IDR. Motifnya juga rumit sekali, dan sangat indah.
Harga batik
online.


Selanjutnya
batik cap, batik cap ini kisaran harganya adalah dibawah 250.000 IDR.
Karena pembuatannya yang mudah, jauh lebih mudah dan cepat dibandingkan batik
tulis sehingga harganya juga bisa lebih murah. Batik cap yang paling murah yang
pernah kami temui dihargai 75.000 IDR, kainnya lho ya. Belum jadi pakaian.Sedangkan
batik printing dan cetak, mereka berdua ini harganya sama. Harganya dibawah
70.000 IDR. Kalau sudah diatas itu, berarti anda harum menawar sampai dapat di
harga 50.000 IDR Bung. Maksud saya disini juga cuma kainnya saja ya.
Harga batik
ditoko.
Anda harus
benar-benar teliti disini. Seringkali kami menemukan seorang penjual batik
mengklaim bahwa batik yang dia jual adalah batik tulis dan dihargai 600.000 IDR
sepotong.Padahal kami punya kain batik tersebut digudang kami, sama persis.
Kami tahu persis bahwa batik tersebut adalah batik kombinasi cetak dan cap yang
harganya tidak sampai 200.000 IDR.
2. Cium
Baunya
Bau malam
merupakan suatu bau yang khas. Biasanya kalau batik tulis atau cap, bau malam
ini masih melekat dengan santer pas dijual. Bau malam itu seperti apa ya,
mungkin yang mirip adalah bau minyak tanah.Jadi coba anda ambil kain tersebut,
dan cium baunya. Kalau memang bau malamnya masih ada, berarti batik tersebut
adalah batik tulis atau cap.Batik print tidak menggunakan malam sama sekali,
jadi anda tidak akan keliru. Kecuali batik print itu ditumpuk bersama dengan
batik tulis dalam waktu yang lama. Maka teknik ini tidak jadi terlalu akurat.
Makanya jangan hanya menggunakan satu teknik untuk memastikannya. Batik
tulis yang sudah dicuci berulang-ulang juga tidak akan mengeluarkan bau malam,
karena semua malamnya sudah luntur dicuci. Jadi sulit untuk memastikan hanya
dengan menggunakan teknik ini. Namun anda tetap harus coba, lalu silahkan
anda lanjut ke metode berikutnya.
3.
Perhatikan Motif-Motifnya
Anda bisa
perhatikan secara seksama Bung. Apabila batik itu rada-rada berantakan,
beleber, maka batik itu kemungkinan besar adalah tulis atau cap. Biasanya cap
lebih rapih dari batik tulis, namun tidak jarang batik cap juga ada
bagian-bagian yang tidak sempurna.

Yang lebih berantakan adalah batik tulis, karena dilukis dengan tangan.
Batik tulis
itu tidak akan pernah rapi, anda harus temukan dimana cacatnya. Motifnya pada
satu kain hampir tidak pernah sama persis, pasti ada perbedaannya. Perhatikan
bagian lekukan, ukuran masing-masing motif, atau bekas malam yang luber.Kalau
batik cap, biasanya lebih rapih. Motifnya cenderung berulang-ulang, dan
kemungkinan besar sama. Tentunya karena menggunakan malam, bisa jadi ada yang
luber.Sedangkan batik print dan cetak, kerapihannya mendekati sempurna, bahkan
seringkali sempurna. Kalaupun ada cacat, itu adalah kecacatan yang disengaja,
dan bentuknya juga masih terlihat sempurna.
Kalau batik
lukis, anda tinggal lihat pada motifnya. Apakah ada serat-serat kuasnya? Apakah
motif dan gambarnya menyerupai lukisan diatas kanvas?
4. Bedakan
Bagian Depan dan Belakang
Lebarkan
kain anda, dan lihat bagian depan dan belakangnya. Hanya batik tulis dan batik
cap yang memiliki motif dengan warna yang sama persis di bagian depan dan
belakang kainnya. Batik print dan cetak tidak seperti itu.Pada batik print dan
cetak, dibagian belakang kain terlihat memutih dan pudar. Dari sini seringkali
anda akan tau bahwa batik ini adalah batik print atau cetak. Ingat ya, warna
pudar di bagian belakang berarti dibuat dengan cara print atau cetak. Ini akan
sangat membantu anda.
5. Tekstur
Pada
kebanyakan batik tulis, terutama dari Solo dan Yogyakarta, masih banyak tersisa
bekas lilin malam yang belum bersih. Serpihan-serpihan ini tidak ada pada batik
print dan cetak.Seringkali pada batik tulis juga terdapat tekstur pewarna yang
tidak merata, sehingga dapat diraba dan dirasakan tekstur yang berlebih.
6. Inisial
Anda bisa
coba cari inisial pada kain batik tersebut. Pada kain batik tulis, tidak jarang
ditemukan inisial sang pembuat. Justru karena batik tulis adalah sebuah
kesenian dengan nilai tinggi, sang pembuat ingin mencantumkan namanya pada
karya ciptaannya.Tidak ada batik selain batik tulis yang diberikan inisial,
mungkin dalam kasus tertentu batik lukis juga diberikan inisial. Namun
membedakan batik lukis dan tulis sangat mudah. Tinggal melihat warnanya mencolok
atau tidak dan cium apakah ada bau lilin malam. Batik lain seperti cap,
printing dan sablon tidak akan diberikan inisial pembuatnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar